Ketika teknologi tidak secanggih saat ini, informasi hanya bisa didapatkan melalui koran, radio, dan televisi. Namun, perkembangan teknologi menjadikan informasi semakin mudah untuk diakses dan disebar. Kita dapat memperolehnya kapan dan dimana pun.

Olah karena itu, masalah ini harus menjadi perhatian khusus bagi setiap orang karena penyebaran berita tidak bisa difilter padahal banyak berita yang belum tahu kebenarnya. Pada tahun 2016, ada 800 ribu situs dan 300 akun media sosial yang merupakan situs atau akun penyebar hoaks.

Berita hoaks bisa menyebabkan keresahan di masyarakat. Dampaknya dapat merugikan banyak orang, tidak hanya di dunia maya, melainkan juga di kehidupan nyata. Oleh karena itu, penyebaran hoaks harus ditangani dengan serius oleh pihak berwajib.

Pelaku hoaks sengaja membuat berita-berita palsu dengan tujuan yang tidak baik, seperti ingin merusak nama baik seseorang, memecah belah persatuan bangsa, dan mengganggu kesetabilan negara. Bahkan, berita hoaks bisa digunakan untuk kepentingan politik. Salah satu alasan mengapa tahun 2018 menjadi tahun politik yang panas karena banyak berita hoaks yang tersebar di media sosial. Hal itu bertujuan untuk menjatuhkan beberapa calon.

Jika kita tidak berhati-hati terhadap berita hoaks ini, maka kita bisa tertipu dengan berita hoaks tersebut. Bahkan, kita dapat terpengaruh untuk menyebarkan berita hoaks itu. Pastinya, banyak pihak yang akan dirugiakan karenanya. Terus, bagaimana kita dapat mengetahui berita itu hoaks atau tidak?

Kita hidup di era digital yang sebara canggih, dimana setiap orang pasti memiliki smartphone, gadget, atau teknologi lain. Tentunya, berita-berita hoaks bisa tersebar dengan mudah dan cepat dan dapat diakses oleh setiap orang. Berikut ini adalah cara yang bisa membantu anda untuk terhindar dari berita hoaks.

1.    Berhati-hati dengan judul yang provokatif

Berita hoaks pasti menggunakan judul yang propokatif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan dan tanggapan dari setiap orang. Oleh karena itu, tidak jarang orang akan terhasut dan tergiur untuk membaca. Bahkan, mereka akan tertipu dengan judul berita hoaks tersebut. Padahal, berita itu belum tahu kebenarannya.

Jika kita menemukan judul-judul yang provokatif. Sebaiknya, kita membaca berita yang sama dari sumber yang terpercaya. Kemudian, kita bandingkan isinya sehingga kita memperoleh kesimpulan yang lebih bijak untuk menanggapi berita tersebut.

2.    Baca seluruh berita

Biasanya, berita hoaks memiliki isi yang panjang dan bertele-tele. Bahkan, isi dari berita hoaks dapat menyebabkan rasa takut di masyarakat. Sering kali, orang-orang hanya membaca judul dan headline dari suatu berita saja. Padahal, kita tidak tahu isi dari berita tersebut. Jika berita itu tersebar di masyarakat, maka akan menimbulkan keresahan sosial.  

Untuk itulah, kita baiknya membaca seluruh isi berita lalu membandingkan berita yang sama dari sumber yang terpercaya. Jangan terlebih dulu disebar ke media-media sosial.

3.    Berhati-hati dengan gambar

Berhati-hatilah dengan gambar yang disebarkan melalui berita saat ini. Terkadang, kita langsung percaya dengan gambar yang dibagikan melalui media sosial. Padahal, gambar tersebut bisa dimanipulasi terlebih dulu sebelum disebar. Pelaku hoaks biasanya mengambil gambar yang bukan kejadian sebenarnya, melainkan diambil dari kejadian yang sudah lewat. Hal ini bertujuan untuk memprovokasi masyarakat melalui media sosial.

Untuk itulah, kita harus mencari terlebih dulu keaslian dari gambar tersebut. Kita bisa mengaksesnya melalui mesin pencari gambar, yakni images.google.com. Kita bisa mengunduh dan melihat gambar sebenarnya lalu membandingkan hasilnya. Setelah itu, kita dapat menyimpulkan dan menanggapi berita tersebut secara bijak.

4.    Periksa alamat situsnya

Berita hoaks biasanya memiliki situs laman yang tidak jelas. Jika kita mendapati berita dari situs tertentu, maka periksalah situs lamannya. Apakah situs tersebut berupa blog atau media berita asli. Terkadang, kita gampang terkecoh dengan suatu berita dari situs laman yang tidak terpercaya. Mereka sengaja membuat berita hoaks melalui situs yang mirip dengan media berita asli.

Dilansir melalui Dewan pers, indonesia memiliki 34 ribu situs yang mengaku sebagai media berita. Namun, ada 300 situs yang terverifikasi sebagai media berita asli. Artinya, ada banyak media berita yang menyebarkan berita-berita hoaks.  

Mengingat kita berada di era digital, pelaku hoaks dapat membuat situs laman dengan mudah. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati dengan situs-situs laman seperti itu. Sebaiknya, kita periksa terlebih dulu asal berita melalui situs lamannya. Kemudian, kita bandingkan dengan berita yang berasal dari media berita yang terpercaya.

5.    Periksalah fakta dari berita

Sebuah berita yang bertanggung jawab pastinya memiliki sumber yang jelas dan terpercaya, seperti sumber dari KPK, Kominfo, Polri, dll. Sedangkan, berita hoaks tidak memiliki sumber yang jelas. Jika kita mendapati berita dari twitter, whatsapp, dan facebook, maka sering kali ada berita yang tidak menyebutkan narasumbernya. Oleh sebab itu, sebelum kita mempercayai berita, sebaiknya kita tidak menyebarkan berita tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan adalah berita yang berasal dari fakta dan opini. Berita yang berasal dari fakta adalah berita yang berisi peristiwa yang didukung oleh bukti dan kesaksian yang terpercaya. Sedangkan, berita yang berasal dari opini adalah berita yang berisi pendapat dan pemikiran dari seseorang. Biasanya, isi berita ini lebih bersifat subjektif.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk memeriksa sumber dari berita sebelum disebarkan ke media sosial. Itu dikarenakan bahwa sekarang semua orang mudah mengakses berita dan sangat gampang percaya sebelum membaca keseluruhan dari berita.

5 cara tersebut dapat diterapkan, ketika kita bisa mengembangkan rasa ingin tahu dan bersifat kritis terhadap berita-berita yang ada. Ini bertujuan untuk menghindari dari berita hoaks. Cerdaslah untuk menyaring berita yang berisi fakta atau opini. Bersikaplah cuek, agar kita bisa berpikir rasional untuk menanggapi suatu berita. Semoga bermanfaat. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *